Pengertian Qowaidul Fiqhiyah

Oleh: Bapak Ahmad Ali Munir, M.Pd.I.

(Disampaikan dalam perkuliahan mata kuliah Qowaidul Fiqhiyah)


Ketika membahas pengertian qawaidul fiqhiyah maka ada dua terminologi yang perlu dijelaskan terlebih dahulu, yaitu qawaid dan fiqhiyah. Kata qawaid merupakan bentuk jama’ dari kata qaidah, dalam istilah Bahasa Indonesia dikenal dengan kata kaidah yang berarti aturan atau patokan, dalam tinjauan terminologi kaidah mempunyai beberapa arti, Dr. Ahmad Asy-Syafi’i menyatakan bahwa kaidah adalah:

القضايا الكلية التى يندرج تحت كل واحدة منها حكم جزئيات كثيرة

“Hukum yang bersifat universal (kulli) yang diikuti oleh satuan-satuan hukum juz’i yang banyak”.

Sedangkan secara terminologi, menurut al-Jurjani al-Hanafi fiqh berarti:

العلم بالاحكام الشريعة العملية من ادلتها التفصلية وهو علم مستنبط بالرأي والاجتهاد ويحتاج فيه الى الظر والتأمل

“Ilmu yang menerangkan hukum-hukum syara’ yang amaliyahnya diambil dari dalil-dalil yang tafsily dan diistinbatkan melalui ijtihad yang memerlukan analisa dan perenungan”.

Dari uraian pengertian di atas baik mengenai qawaid maupun fiqhiyah maka yang dimaksud dengan qawaidul fiqhiyah adalah sebagaimana yang dikemukakan oleh Imam Tajuddin as-Subki:

الامر الكلى الذي ينطبق على جزئيات كثيرة تفهم احكامها منها

“Suatu perkara kulli yang bersesuaian dengan juz’iyah yang banyak yang daripadanya diketahui hukum-hukum juz’iyat itu”.

Menurut Musthafa az-Zarqa, qawaidul fiqhiyah adalah dasar-dasar fiqih yang bersifat umum dan bersifat ringkas berbentuk undang-undang yang berisi hukum-hukum syara’ yang umum terhadap berbagai peristiwa hukum yang termasuk dalam ruang lingkup kaidah tersebut. 


Baca juga: Proses Pembentukan Kaidah Fiqih

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

القاعدة الثالثة : المشقة تـجلب التيسير (Kaidah Ketiga : Kesulitan mendatangkan kemudahan)

Link PPT Tugas UTS